Tuesday, June 21, 2016

BIMTEK pengumpulan data pemasaran dalam negeri


Informasi pasar merupakan satu syarat penting dalam pengembangan pemasaran sesuai dengan dinamika perubahan pasar yang sangat cepat. Karenanya kebutuhan dan tuntutan informasi pasar peikanan juga semakin meningkat dari tahun ke tahun, yaitu informasi pasar yang berkualitas, cepat, tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menuntut kerja keras pemerintah pusat dan daerah di dalam membangun sistem informasi pasar melalui Pelayanan Informasi Pasar yang memadai.

Olehnya itu Direktorat Akses Pasar dan Promosi Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan Bimbingan Teknis Pengumpulan Data pada tanggal 20 – 21 Juni 2016 di Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai landasan dalam rangka kegiatan penguatan pendataan Hasil perikanan. ( sumber Suryanti tendrilipu, Spi, MM ).
Arah kebijakan pembangunan perikanan mengacu pada pendekatan market based theory atau pasar yang menjadi acuan kebijakan (market driven), sehingga ketersediaan produk yang dapat diterima dan diminati oleh konsumen menjadi core competency dalam strategic routing yang akan dilaksanakan.  Untuk itu, valuable creative activities perlu dirumuskan agar sumberdaya yang kita miliki (tangible, intangible, human resources) dapat menghasilkan produk yang dapat berkompetisi baik di dalam maupun luar negeri.  Sehubungan dengan hal tersebut, produk yang akan dipasarkan harus merupakan produk perikanan prima, yaitu produk yang memiliki sifat high quality; safe, traceable, high value content dan competitive.
Pemasaran produk perikanan dapat menjadi penghela bagi pengembangan sub sistem produksi baik dari hulu sampai hilir. Peningkatan pemasaran akan mampu mendorong terjadinya peningkatan produksi di sisi hulu maupun peningkatan produksi pengolahan di sisi hilir yang pada akhirnya mampu menyerap tenaga kerja sektor perikanan yang cukup besar. Sebagai penyedia lapangan kerja, perikanan telah berkontribusi terhadap penciptaan dan pengembangan industri rumah tangga, usaha mikro kecil menengah dan industri besar berskala ekspor. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ditunjukkan dari kontribusi peningkatan kesejahteraan masyarakat pengolah dan pemasar hasil perikanan.
Serapan pasar hasil perikanan dalam negeri mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.  Tahun 2013 tercatat serapan pasar hasil perikanan mencapai 8.739 ribu ton atau meningkat 5,06% dibanding tahun sebelumnya.  Peningkatan serapan pasar ini didukung juga dengan semakin berkembangnya diversifikasi produk olahan berbahan baku ikan yang mampu menjangkau kelas konsumen menengah – atas. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya industri pengolahan yang menggarap pasar dalam negeri dengan tren permintaan yang meningkat

Sunday, June 19, 2016

Puisi kebangkitan nelayan

NELAYAN BANGKIT
Apanya yg bangkit…..
Bangkit dari gumpalan hitam virus berkarat kemiskinan jutaan nelayan.
Puluhan tahun terjebak perangkap salah urus tanpa integrasi-padu dg realita denyut nadi ekonomi perikanan
Belenggu isolasi geografis akses bisnis nelayan terpencil terabaikan, teka-teki dalam otak sicebol.
Pembiaran suburnya relasi eksploitatif ijon patron rente, bukti kapitalis haus cucuran keringat rupiah nelayan.
Gejolak sosial rebutan ikan migrasi, bukti blue print kebijakan nelayan tak merakyat.
Pencegahan, penanganan masalah dan pemberdayaan nelayan sudah lepas cerai berai tanpa pola bingkai perikanan, sepotong disana disitu disini amburadul aji mumpung bergincu menor pencitraan.
Para figuran beraksi tembak diatas kuda, tutup buku bubar macet mangkrak menyampah.
Nenek moyang orang pelaut, nelayan ulung saling berebut gulungan ombak over fishing
.... iwake langka kang….. sing ana gari resak plastik….
Nelayan sejahtera diatas kalkulasi teori kertas, harus diterjemahkan dalam bahasa nelayan
Derai air mata garam ditengah samudera yang gamang, kapan kita punya nyali untuk jujur kepada rakyat.
Fishing master tanpa lautan, terpuruk didarat menunggu keajaiban kepastian.
Masihkah tersisa sepotong solusi bagi periuk nasi nelayan
Penggorengan yg tinggal kerak amis tanpa potongan ikan segar, dipiring kudapan berganti ikan tahu dan ikan tempe.
Kanak-kanak terlantar nanar tanpa sekolah, investasi kebodohan bangsa yang sangat tak pantas.
Angka kemiskinan nelayan sudah menurun, benar… kemiskinan sudah menurun dari bapak ke anak ke cucu.
Dalam kondisi sulit nelayan selalu cerdas, hutang kepada juragan atau rentenir atau alih profesi berdesakan bertarung memenuhi daratan.
Nelayan muda gagah perkasa mengosongkan ranah pesisir, migran menyebar berlaga mengadu nasib ke tujuh samudera luas dunia.
Untuk setengah piring nasi dan sepotong kain pembalut badan
Untuk pelita ilmu bagi kanak yg lepas buaian
Nelayan bangkit.....
Realita nelayan terpuruk harus dijawab, dilindungi diberdayakan
Karunia ikan melimpah harus dijabarkan dalam bahasa rakyat, bukan bahasa asing
Amanat lembaran Negara tergores tegas di cakrawala nusantara,
bakti memakmurkan nelayan tanpa ada yg tercecer
adalah harga yang pantas diperjuangkan dengan segenap kecerdasan.

Delegasi timor leste kunjung SUPM N TEGAL

Tiga Delegasi Pendidikan dari Pemerintah Timor Leste, Jumat (13/5) yang lalu mengunjungi SUPM Tegal dalam rangka studi banding dan penjajagan kerjasama pendidikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ketiga delegasi tersebut adalah Paulino Ribeiro, MPA (Director of Higher Technical Education, Timor Leste), Higino Alves, MPA (Dept. Estabelecimento Politecnoco e Academia, Timor Leste), dan Revael Gonzales (Assesor Pendidikan, Timor Leste). Mereka langsung ditemui oleh Kepala SUPM Tegal, Dominggus Suruan, S.Sos, M.Si, beserta para wakil kepala sekolah dan Ka. Subag Tata usaha.

Dalam pertemuan tersebut Penjelasan dimulai dengan visi dan misi, profil singkat SUPM Tegal, dilanjutkan dengan sistim pendidikan, kurikulum dan struktur kurikulum, program keahlian, pengembangan keterampilan masing-masing program keahlian, program intra dan ekstrakurikuler, pelatihan dan uji sertifikasi keahlian siswa, kebijakan pendidikan bagi para anak pelaku utama, sarana pendidikan, penyerapan lulusan, dan kerja sama pendidikan dengan lembaga pendidikan lain serta dengan dunia usaha dan indsutri perikanan.

Di sela-sela penjelasan, Delegasi Pendidikan dari Timor Leste mengajukan beberapa pertanyaan dan Kepala SUPM Tegal langsung menanggapinya. Delegasi Pendidikan Timor Leste menyampaikan ketertarikannya dengan kebijakan bantuan pendidikan bagi pelaku utama. Delegasi Pendidikan Timor Leste juga menyampaikan harapan adanya kemungkinan untuk merintis kerja sama pendidikan perikanan dengan Pemerintah Indonesia. Usai pertemuan dilanjutkan dengan kunjungan ke instalasi-intalasi ruang kelas, perpustakaan, ruang praktek, asrama, dan instalasi tambak.

Delegasi Pendidikan Timor Leste menyampaikan pernyataan bahwa mereka telah mendapat banyak informasi dan pemahaman yang cukup lengkap tentang penyelenggaraan pendidikan perikanan di SUPM Tegal. Hasil kunjungan tersebut, oleh Delegeasi Pendidikan Timor Leste, akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan konsep pendidikan perikanan di Tmor Leste. Mereka mengharapkan agar kunjungan tersebut dapat diupayakan untuk dikembangkan menjadi kerjasama pendidikan antar kedua negara. Delegasi Pendidikan Timor Leste juga menyampaikan keinginginan untuk mengirim beberapa siswa dari Timor Leste untuk dididik di SUPM Tegal.

Secara history banyak alumni supm negeri tegal yang berasal dari timor leste. Dan sebagai saudara tua sudah saatnya indoneasia melakukan kerjasama dengan timor leste. Bila perlu membuat sekolah bertaraf internasional. Sekolah perikanan dunia. Dengan mengundang pakar pakar perikanan dari luar negeri untuk mengembangkan perikanan indonesia. Dan menyiapkan sumber daya manusi yang handal propesional dibidang perikanan
( humas supm n tegal )

Friday, June 17, 2016

TNI kembali menangkap 9 kapal philipina, bukti indonesia kaya

Tiga kapal Perang RI berhasil menangkap dan mengamankan sedikitnya 9 kapal asing berbendera Philipina, yang kedapatan mencuri ikan diperairan ZEE Indonesia. Ketiga Kapal Perang RI yang berjasa dalam melaksanakan operasi laut di perairan kedaulatan yaitu, KRI Badau-841, KRI Sura-802 dan KRI Karel Satsuit Tubun-356.
Sedangkan identitas ke-9 kapal Philipina yang berhasil diringkus saat mencuri ikan, yaitu IA.Robert Jhon Fishing GT 15, KM. Santo Nino Jon OI GT 22, Sun Nicholas GT 20, KKury Guapa GT 15, FB/LB Twin J-105 GT 40, F/BCA Nano Aqua-4 GT 30, FB/LB Rashell DH 101 GT 35, FB Yareyo 291 GT 88, F/B Rashell GT 125.
Ke-9 kapal Philipina yang tertangkap itu, selanjutnya diamankan ke tiga pangkalan terdekat yakni, yaitu Lantamal XIII/Tarakan, Lanal Ternate, dan Lanal Morotai untuk dilaksanakan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Hasil tangkapan sembilan kapal berbendera Philipina itu merupakan kerja keras dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada RI kawasan Timur (Koarmatim) selama dua bulan (mei-juni 2016).
Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada RI kawasan Timur (Koarmatim) telah menggelar beberapa Operasi Laut, khususnya di wilayah perairan perbatasan, diantarnya Operasi Benteng Ambalat 16 (Perairan Perbatasan Indonesia Malaysia), Operasi Benteng Tuna-16 (Perairan Perbatasan Indonesia-Philipina), Operasi Benteng Kanguru-16 (Perairan Indonesia Timor Leste dan Australia) dan Operasi Siaga Yudha (siaga tempur wilayah timur Indonesia).
Menurut Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksamana Pertama TNI I N.G. Ariawan, S.E.,M.M, Sembilan kapal Philipina yang ditangkap di Perairan ZEE Indonesia itu, tanpa dilengkapi dokumen resmi dari Pemerintah Indonesia. “keberhasilan penangkapan kapal Philipina adalah merupakan bukti bahwa unsur unsur Patroli di bawah kendali Guspurlatim mampu melaksanakan kewajibannya secara profesional, Proposional, loyal dan mempunyai integritas yang tinggi dalam melaksanakan perintah dan kebijakan Pimpinan TNI AL di daerah operasi,” pungkasnya.
Ariawan menegaskan, Operasi laut benteng perairan ZEE Indonesia wajib terus di gelar agar Kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Laut Indonesia dapat terjaga dengan baik. (marksman).(sumber : dispenal mabesal)
Lagi lagi ikan kita selalu dicuri. Mereka yang mencuri sadar bahwa lautan indonesia sangat kaya raya. Yang menjadi pertanyaan kenapa nasib nelayan jauh dari kata sejahtera. Kenapa kita juga harus mengimpor ikan kalau ikan begitu banyak sampai 2 negara tetangga ikut menikmati.

Wednesday, June 15, 2016

Ribuan Nelayan padang turun ke jalan

PADANG- Hampir seribuan nelayan kapal bagan di Sumatera Barat hari ini (Rabu, 15/6) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Nelayan menuntut ketegasan spesifikasi kapal tangkap dan tidak memasukkan kapal bagan sebagai kapal tangkap modern bertonase besar.
Aksi unjuk rasa ribuan nelayan tersebut dilangsungkan di kantor gubernur Sumatera Barat di jalan Sudirman dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jalan Khatib Sulaiman. Para nelayan meneriakkan tuntutan agar pengurusan izin operasi kapal bagan cukup dilakukan di provinsi. Nelayan ini datang dari seluruh daerah perairan Sumatera Barat mulai dari Pesisir Selatan sampai Kabupaten Pasaman Barat.
“Kapal bagan dari dulu sudah merupakan alat tangkap tradisional, jangan disamakan dengan kapal ikan asing yang memiliki peralatan tangkap canggih,” teriak Suar, seorang nelayan.
Dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan-tuntutan kepada Menteri KKP Susi Pudjiastuti, para nelayan bertahan di gedung DPRD Sumatera Barat meneriakkan perjuangan terhadap nasib puluhan ribu orang yang bergantung hidup sebagai nelayan kapal bagan di Sumatera Barat.
Disamping tuntutan tersebut, nelayan juga meminta kepada Pemerintah dan DPRD untuk mendesak pihak berwajib melepaskan rekan mereka yang saat ini ditahan bersama kapal bagannya karena telah nekad melaut.
“Kami sudah satu minggu tidak bisa turun ke laut karena takut ditangkap petugas. Ada kapal bagan yang ditangkap bersama para nelayan, kami minta Gubernur dan DPRD mendesak petugas yang telah menangkap mereka untuk melepaskannya,” ujarn Jo Lelo, nelayan lainnya.
Wardi, mewakili para nelayan kapal bagan berharap, para nelayan bisa kembali melaut untuk menghidupi keluarga mereka. Dia menyebut, satu kapal bagan berawakkan antara 17 sampai 20 orang nelayan. Untuk itu, dia menyampaikan kepada pemerintah dan DPRD soal jaminan hukum.
Asal muasal tidak dikeluarkan ijin karena alat tangkap bagan yang di gunakan di padang tidak sesuai dengan permen 02 2015. Intinya selama ini dkp sumbar dlm menerbitkan izin tdk mengacu ke peraturan dan perundangan yg berlaku, sekarang timbul masalah (dng adanya penertiban ukuran kpl dan penatalaksanaan perizinan) dari pihak dkp mau cuci piring, sdh jelas2 dlm permen 2/2010 jo permen 42/2014 disebutkan bhw alat tangkap bagan DIBOLEHKAN  beroperasi di wilayah kurang dari12 mil dng kpl ukuran  kurang 30 GT. lalu kenapa pemerintah provinsi mengeluarkan izin bagan dengan kapal ukuran lebih dari 30 gt, sehingga hal tersebut mempengaruhi pola operasi nelayan yang harusnya di wilayah kurang 12 mil dengan target spesies ikan teri,
sekarang karena ukuran kapal nya lebih 30 gt, nelayan operasi di wilayah 12 mil dengan target spesies ikan2 pelagis besar.  kalau dari awal ada kontrol dalam penerbitan izin daerah maka tidak akan terjadi seperti ini. sebetulnya sudah ada solusi yang ditawarkan agar mereka berganti alat tangkap, tapi mereka tidak bersedia karena khawatir hasil tangkapannya tidak seperti yang nelayan harapkan, selain itu memang berganti alat tangkap tidak semudah membalikkan tangan, karena perlu biaya.
Dan selain itu dari masalah teknis. Nelayan juga harus diberikan ketrampilan untuk bisa beradaptasi dengan alat tangkap yang baru.

Tuesday, June 14, 2016

Nelayan Cirebon tolak bantuan kapal

Program bantuan kapal untuk nelayan kecil di indonesia adalah salah satu program kkp untuk mempersiapkan sarana penangkapan ikan yang bisa lebih meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan. Selain kapal, bantuan yang lainnya adalah alat tangkap nya juga akan sepaket dengan kapal.
Rencana pemberian yang belum terealisasi sudah mendapatkan penolakan tersendiri dari nelayan kabupaten cirebon.
Menurut salah satu nelayan mengatakan bahwa kapal bantuan yang akan di berikan oleh kementrian kelautan dan perikanan harus di kaji ulang. Pengkajian tersebut karena alasan bahan utama pembuatan kapal tersebut adalah fiber. Dan menurut nelayan baham fiber tidak sesuai dengan kontur perairan pantura yang berpasir dan berlumpur. Bahkan alasan nelayan ini di amini juga oleh pegawai dinas perikanan dan kelautan perikanan kabupaten cirebon.
Ada yang keliru dengan pemahaman bahwa kapal fiber tidak sesuai dengan pantura dan kapal fiber bila bocor cuma bisa dipakai sekali saja berbeda dengan kayu kalau rusak bisa di tambal.
Perlu di ketahui bahwa bahan fiber sangat cocok di daerah lumpur dan berpasir karena resiko akan kebocoran bisa lebih kecil dan untuk masalah pemakaian yang sekali saja juga salah karena fiber juga bisa di tambalm dan cara penambalan tidak serumit dalam penambalan kapal kayu yang bocor. Penambalan cukul menyediakan met, resin dan katalis untuk bahan baku nya saja.
Sekali lagi perlu banyak sosialisasi kepada nelayan agar kemanfaatan kapal bantuan bisa benar benar mensejahterakan nelahan tidak.

Kondisi nelayan di tawang, weleri, kendal

Seperti kondisi yang kebanyakan nelayan pantai utara jawa pada umumnya. Kondisi nelayan di tawang kecamatan weleri kabupaten kendal juga masih didominasi oleh nelayan tradisional. Nelayan yang menggunakan kapal dibawah 5 GT dan jumlah kapal yang ada di pelabuhan tawang berkisar 850 kapal kecil.
Dari jumlah yang begitu banyak, hampir 80 persen nelayan ini menggunakan arad. Alat tangkap arad secara fungsi sama dengan trawl. Dimana alat tangkap tersebut di operasikan dengan di tarik oleh kapal. Dan penggunaan alat tangkap tersebut jelas melanggar permen 01 dan aktifitas penangkapan ikannya sudah termasuk melanggar aturan dan jelas sangat tidak ramah lingkungan.
Kondisi tersebut masih saja di pertahankan. Alasan mereka bahwa selama ada lautan disitu masih ada ikan yang masih hidup.